Visi Prodi S1

Visi Prodi S1 Filsafat Keilahian STF Widya Sasana:

Membentuk sarjana-sarjana bijak yang peka akan realitas keadilan dan kebenaran, yang mampu merefleksikan iman kristianinya secara kontekstual, dan yang menjadi pelayan Gerejawi yang handal.

 

Misi:

Menyelenggarakan pendidikan filsafat dan ilmu-ilmu keilahian (teologi) demi memajukan nilai-nilai kemanusiaan universal;

Mengembangkan penelitian filsafat teologi yang kontekstual; dan

Mewujudkan pengabdian masyarakat dalam persaudaraan sejati.

 

Tujuan:

Tujuan prodi merupakan derivasi langsung dari Misi prodi, menyelenggarakan Program Studi Filsafat Keilahian, jenjang program Sarjana Strata Satu (S-1) Filsafat yang dapat dirinci sebagai berikut:

melaksanakan dan mengembangkan pendidikan tinggi dalam bidang filsafat teologi;

melaksanakan penelitian dalam rangka pengembangan ilmu filsafat teologi;

melaksanakan pengabdian kepada masyarakat;

melaksanakan pembinaan sivitas akademika dan hubungan dengan lingkungan agar peserta didik menjadi sarjana yang handal di bidang filsafat teologi.

 

[Keterangan: Di sini dengan “teologi” dimaksudkan “Ilmu-ilmu keilahian” (Divinitas).]

 

Sasaran:

Pencapaian sasaran lulusan yang mampu menguasai teori-teori filsafat dan ilmu teologi yang diperlukan bagi tugas sebagai pemimpin Gereja dan di dalam masyarakat.

Strategi pencapaian secara lebih detil dijabarkan dalam Renstra. Strategi: Sasaran dicapai dengan pembaharuan terus-menerus dalam metodologi pengajaran, peningkatan pembimbingan dan kerjasama antardosen, antarmahasiswa, antara dosen dan mahasiswa, memperkokoh perspektif kecakapan leadership dalam relasi dan kolaborasi dosen-mahasiswa, serta mengupayakan secara aktif perkembangan mutu pembelajaran dan penelitian disiplin filsafat teologi.

Dalam strategi Kurikulum, tahun pertama dikhususkan untuk beberapa mata kuliah introduktif filsafat teologi dengan artikulasi pelatihan metodologi membaca filsafat dan teologi serta menulis; tahun-tahun berikutnya diberikan mata kuliah sistematis dengan berbagai tugas pembuatan paper atau makalah ilmiah, empat seminar, dan pelatihan praktik mengajar. Di tahun terakhir, mahasiswa disamping membuat skripsi filosofis atau teologis, juga menyelesaikan ujian komprehensif untuk kedua bidang ilmu tentang tema-tema general dan spesial (aplikatif). Diharapkan, sesudah menyelesaikan program yang digariskan dalam kurikulum, mahasiswa mampu menguasai alam pikir filosofis dan mampu mengaplikasikannya.

 

Dalam pendidikan dan pengajaran, STFT-WS menerjemahkan kurikulumnya dengan sasaran tujuan membangun manusia-manusia Indonesia yang (1) mempunyai kematangan intelektual, kritis, dan terlibat dalam menggalakkan nilai-nilai kemanusian universal, keadilan dan perdamaian; (2) mampu merefleksikan iman kristianinya secara benar, mengintegrasikannya dalam hidup, mendialogkan dan mengkomunikasikannya dalam konteks realitas budaya, sosial, religius dan menanggapi tanda-tanda jaman; dan (3) kelak mampu memimpin sebagai gembala umat, membangun persaudaraan sejati, bekerja sama dan melayani sesama sebagai pribadi yang bermartabat, agar mampu menjadi sarjana-sarjana filsafat teologi dan petugas gerejawi yang handal.

 

Dalam penelitian, STFT-WS membentuk komunitas ilmiah dalam bidang filsafat dan teologi, mendirikan sebuah lembaga yang menekuni bidang penelitian filsafat teologi (P3M) dan berfungsi dengan baik. Setiap dosen juga memberi kontribusi dengan menulis dan mempublikasikan karya ilmiahnya di jurnal-jurnal ilmiah baik jurnal intern maupun yang dipublikasikan oleh lembaga lain. Jurnal Ilmiah STFT, yaitu Studia Philosophica et Theologica terakreditasi (2004-2007 dan 2007-2010), dan majalah Forum Filsafat Teologi yang dikelola oleh mahasiswa, tetap dapat terbit secara rutin dengan mutu yang terus ditingkatkan. Disamping kedua jurnal ilmiah ini, para dosen dan mahasiswa melakukan pula beberap penelitian bersama yang diterbitkan oleh Widya Sasana Press. Di luar buku-buku yang diterbitkan oleh penerbit nasional maupun internasional, STFT WS cukup kreatif dengan empat macam penerbitan yang secara rutin berlangsung. Bidang ini memungkinkan pula pengembangan dan peningkatan karir dosen terutama dalam hal kepangkatan akademik dan mutu kontribusi ilmiah kepada masyarakat.

 

Dalam pengabdian kepada masyarakat, STFT-WS berperan aktif dan kritis dalam mewujudkan masyarakat yang mengedepankan keadilan dan perdamaian, baik dalam lingkup komunitas-komunitas gerejawi maupun masyarakat luas. Seminar Nasional tahunan – yang secara tradisional dikenal sebagai “Hari Studi” – terselenggara dengan lancar berikut terbitan Seri Filsafat Teologi Widya Sasana yang menyertainya. Para mahasiswa memiliki perhatian terhadap perkembangan dan perubahan masyarakat dan terlibat aktif, seperti lewat KKN (kuliah kerja nyata). Sedangkan para dosen rajin dan giat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan intelektual di perguruan-perguruan tinggi dan lembaga-lembaga akademis, baik nasional maupun internasional, juga dalam kegiatan-kegiatan penelitian, simposium, kuliah umum, maupun publikasi.