STF Widya Sasana | S2 Magister Filsafat (F. Sistematis dan F. Teologis)
1568
page,page-id-1568,page-child,parent-pageid-1035,page-template-default,ajax_fade,page_not_loaded,smooth_scroll,

S2 Magister Filsafat (F. Sistematis dan F. Teologis)

ac S1

Prodi Magister Filsafat

STF Widya Sasana menawarkan Program Studi Magister Filsafat dengan dua konsentrasi: Filsafat Sistematis dan Filsafat Teologis. Mahasiswa mengikuti Prodi Magister selama empat semester dengan ketentuan seperti yang disyaratkan. Konsentrasi Filsafat Sistematis memiliki fokus penguasaan magisterial ilmu filsafat. Konsentrasi Filsafat Teologis mengantar mahasiswa pada penguasaan disiplin ilmu-ilmu teologis (keilahian). Riset dan karya ilmiah di bidang yang terkait menjadi aksentuasi dari prodi ini; demikian juga dengan pengembangan disiplin dan kepribadian lewat perkuliahan, relasi pembimbingan dosen, dan atmosfir kampus yang kondusif. Find out for more…

Kompetensi
K

ompetensi lulusan program magister ilmu filsafat di STF Widya Sasana, Malang sebagaimana tertulis dalam Standar Akademik (2009): Secara kualitatif, substansi kompetensi lulusan selaras dengan visi misi Program Magister dan Institusi.

Kompetensi utama, yang langsung berkaitan dengan sasaran program magister:

  • Menguasai disiplin ilmu filsafat dan teologi pada level magisterial
  • Ilmu filsafat-teologi dikuasainya sedemikian rupa sehingga mampu mengajarkan dan mengomunikasikannya dalam pengajaran dan mampu merefleksikan imannya dalam dialog kontekstualnya dengan kehidupan sehari-hari
  • Mampu menghadirkan dirinya sebagai gembala atau pemimpin-pemimpin handal atau tokoh-tokoh umat yang melayani Gereja dan masyarakat dimana pun ditugaskan
K

ompetensi pendukung:

  • Program studi ini juga berupaya untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kecakapan-kecakapan pedagogis, seperti katekese (pengajaran agama), teologi pastoral (praktek karya-karya nyata di tengah-tengah umat), liturgi (perayaan iman yang kontekstual), kepemimpinan umat (dimensi komuniter), dll.
  • Kompetensi lain yang menjadi pendukung lulusan adalah kecakapan sosial dan kearifan dalam pergaulan lintas budaya dan agama. Ini dicapai misalnya lewat ilmu-ilmu pendukung seperti leadership, filsafat budaya, dialog filsafat Barat dan Timur, dan beberapa kuliah pilihan, dan berbagai seminar yang ditawarkan, dll.
K
  • etrampilan (Skills):
    • Trampil dalam mengelola ide/konsep/penemuan/pengembangan/ penerapan ilmu filsafat dan teologi
    • Trampil/aktif berpartisipasi dalam penelitian pengembangan/ penerapan ilmu filsafat teologi dalam dialog dengan kebudayaan setempat
  • Kemampuan (Ability/capability):
    • Mampu mengidentifikasi, memformulasi, dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pengembangan dialog dan aplikasi ilmu filsafat dan teologi
    • Mampu mengajar, menulis, meneliti, menciptakan, memublikasikan atau mengomunikasikan dan mengembangkan ilmu filsafat dan teologi terutama yang berkaitan dengan persoalan zaman
    • Mampu merancang model-model pembelajaran filsafat teologi yang berkaitan dengan tugas pelayanan kegerejaan maupun di dalam masyarakat.
  • Sikap/Perilaku (Attitude):
    • Mempunyai rasa ingin tahu (curiousity) dan mendalami persoalan-persoalan filafat dan teologi
    • Peka atas perubahan dan perkembangan dunia dan Gereja serta berani menanggapinya dengan penelitian ilmiah filosofis teologis
    • Menghargai keorisinalan ide, konsep, akuntabel dan jujur serta berani mendeklarasikan diri sebagai pencari kebijaksanaan dan kebenaran
    • Menghargai upaya interdisciplinary dalam penelitian filsafat teologis
    • Menghadirkan diri sebagai pribadi pemimpin pelayan yang handal di dalam Gereja dan masyarakat
    • Menjalin dialog persaudaraan sejati dengan semua orang dari segala kelompok masyarakat.