STF Widya Sasana | S1 Filsafat Keilahian
1565
page,page-id-1565,page-child,parent-pageid-1035,page-template-default,ajax_fade,page_not_loaded,smooth_scroll,

S1 Filsafat Keilahian

ac S1

Prodi Sarjana Filsafat Keilahian

STF Widya Sasana menawarkan Program Studi Sarjana Filsafat Keilahian. Prodi ini sebelumnya bernama “Filsafat Agama Kristen”. Permendikbud No 154 Tahun 2014, dengan diterbitkannya Nomenklatur baru, memungkinkan perubahan nama menjadi Filsafat Keilahian. Prodi Filsafat Keilahian merupakan program studi yang mengintegrasikan disiplin ilmu filsafat dan ilmu-ilmu keilahian (“Divinity Studies”). Integrasinya dijalankan dalam metodologi, pendasaran (fondasi), sejarah, dan kontekstualisasi. Find out for more…

Kompetensi
K

ompetensi lulusan program studi FILSAFAT KEILAHIAN STF Widya Sasana, Malang sebagaimana tertulis dalam Standar Akademik (2009): Secara kualitatif, substansi kompetensi lulusan Program Studi selaras dengan visi misi Prodi dan Institusi:

  • Menguasai ilmu filsafat dan ilmu-ilmu divinitas (teologi);
  • Memahami secara dinamis prinsip-prinsip fundamental tata hidup bersama;
  • Ilmu berfilsafat dikuasainya agar menjadi sarjana-sarjana bijak yang peka akan realitas keadilan dan kebenaran;
  • Ilmu teologi ditekuninya agar mampu merefleksikan imannya dalam dialog kontekstualnya dengan kehidupan sehari-hari;
  • Mengembangan penelitian filsafat teologi kontekstual;
  • Mampu mengaplikasikan ilmu filsafat teologi dalam membangun dialog dan persaudaraan sejati;
  • Memiliki kecerdasan emosional, sosial, memahami struktur budaya, struktur sosial, realitas keadilan dan prinsip-prinsip dasar Hukum Gereja (yang mengabdi manusia);
  • Menguasai filsafat bangsa dan mampu menerapkannya dalam keberanian sikap-sikap otokritik;
  • Mampu menghadirkan dirinya sebagai pemimpin-pemimpin handal yang melayani Gereja dan masyarakat.
P

rogram studi sarjana (S1) Filsafat Keilahian dalam lembaga ini menghasilkan lulusan yang mempunyai kompetensi sesuai dengan mutu akademik yang diupayakan: sarjana-sarjana bijak. Kompetensi ini dicapai melalui pemberian kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan dan mengembangkan ilmu tersebut –baik pengetahuan dan pemahaman maupun penalaran– dan ketrampilan sesuai dengan bidang ilmu yang ada (Filsafat Keilahian):

  • Dalam Pemahaman dan Pengertian (Knowlegde)
    • Pengetahuan yang luas dalam bidang filsafat dan ilmu-ilmu keilahian;
    • Prinsip-prinsip fundamental tata hidup bersama, filsafat bangsa, pengetahuan ilmu-ilmu divinits (teologis) untuk pelayanan Gereja;
    • Prinsip-prinsip dasar kerjasama dan dialog yang ditarik dari filsafat etika, dan ilmu-ilmu teologi terapan.
  • Program studi ini juga berupaya untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kecakapan-kecakapan pedagogis, seperti katekese (pengajaran agama), teologi pastoral (praktek karya-karya nyata di tengah-tengah umat), liturgi (perayaan iman yang kontekstual), dll.
  • Kompetensi lain yang menjadi pendukung lulusan adalah kecakapan sosial dan kearifan dalam pergaulan lintas budaya dan agama. Ini dicapai misalnya lewat ilmu-ilmu pendukung seperti sosiologi, antropologi budaya, sejarah gereja, kuliah-kuliah pilihan, dan berbagai seminar yang ditawarkan, dll.
  • Dalam Ketrampilan (Skills)
    • Trampil dalam mengelola ide/konsep/penemuan/pengembang-an/penerapan ilmu filsafat dan teologi;
    • Trampil/aktif berpartisipasi dalam penelitian pengembangan/ penerapan ilmu filsafat teologi dalam dialog dengan kebudayaan setempat.
  • Dalam Kemampuan (Ability/capability)
    • Mampu mengidentifikasi, memformulasi, dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pengembangan dialog dan aplikasi ilmu filsafat dan teologi;
    • Mampu menulis, meneliti, menciptakan, mempublikasikan atau mengkomunikasikan dan mengembangkan ilmu filsafat dan teologi terutama yang berkaitan dengan persoalan zaman;
    • Mampu merancang model-model pembelajaran filsafat teologi yang berkaitan dengan tugas pelayanan kegerejaan maupun di dalam masyarakat.
A

ktivitas BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) juga memfasilitasi pengembangan kreativitas mahasiswa: berorganisasi, leadership, karya-karya ilmiah, diskusi filosofis, apresiasi seni, bedah buku, dll.

  • Kompetensi Sikap/Perilaku (Attitude)
    • Mempunyai rasa ingin tahu (curiousity) dan mendalami persoalan-persoalan filafat dan teologi;
    • Peka atas perubahan dan perkembangan dunia dan Gereja serta berani menanggapinya dengan penelitian ilmiah filosofis teologis;
    • Menghargai keorisinalan ide, konsep, dan jujur serta berani mendeklarasikan diri sebagai pencari kebijaksanaan dan kebenaran;
    • Menghargai upaya interdisciplinary dalam penelitian filsafat teologis;
    • Menghadirkan diri sebagai pribadi pemimpin pelayan yang handal di dalam Gereja dan masyarakat;
    • Menjalin dialog persaudaraan sejati dengan semua orang dari segala kelompok masyarakat.